how to eat fried wormsAugust 20, 2008 12:30 am

 

what is it with my bokong? kenapa semua orang sepertinya bertekad nepok2 gajelas tanpa ijin?

harusnya tadi sih marah besar ya pas mas yakob nepok pantatku di kantor. bukannya cuma ditendang+ditampar+digaplok balik..(hweheh kurang marah besar gmana jeng??udah babak belur dan pesan tersampaikan…)

ok you people, get your hands off pantatkuh! ga pernah belajar etika ya??? 

ibunya situ gapernah ngajarin ya nepok pantat wanita itu tidak sopan?

worth keeping, how to eat fried wormsJuly 9, 2008 8:41 pm

 

so this band singing " ..but you’ll never see the end of the road while you travelling with me.." blah blah

yet, i know if i have to start that kind of journey, i’d be thrill, but i do know um gonna missing the end to my sweet home backyard, from the very first step. you know.., the end where the crash boom bang is finally ended, put in a photo album or some home video journal.. and um right over there on my backyard making outdoor dinner’s night for my family.

 

lol. anyway ..fyi, i love that song.. 

Uncategorized, how to eat fried wormsApril 29, 2008 8:45 pm

well mister, this is how i stand.

to have someone told you that he cares about you but not too sure, thats pathetic. but okay. i’ll wait around the corner.

to have someone told you he knew this is something ‘big’, yet you cannot ask him whether its going somewhere or whatever similar, thats hurt. but okay.  i’ll just wait till he make up his mind.

 to have someone told you everything is; maybe, might be, probably, let’s see,.. thats incredibly stupid for you to believe in. but for what it’s worth, i’ll wait till whatever it is he work in his mind, cleared up.

but then to have someone told you to wait,  to wait.. until he come around whenever it might be, with not even a slightest gesture of promises, 

that was just too much. too stupid to believe ini, even for me, God knows i can be very, very irrational, but that was too much.

well mister, so this is where i stand, i gotta say i was never too sure before, so i see this is where i should walk out. too bad if that hurts your pride. if you sad about it, you hide it real well i guess. one advice, if you think you love someone, tell her. share whatever it is you felt. you might want to think again about that phrase i dont wanna loose you, please stay, if you don’t share whatever it is you feel. you’re so easy to read you know that? i mean I can easily read your mind, so you can act whatever attitude that please your ego, i know what you think. and too bad, i kind of despise it, beside the fact that, i honestly care, and would be glad to wait for you.

yeah i got bored.

yes, i can be that cruel.

so mister, with all due respect, i’m out. 

how to eat fried wormsApril 17, 2008 12:29 am

ceritanya ni lagi duduk di Kebon So(tempat makan favorit anak2 Suara Hati padahal pesenanny lama buanget datengny-red) ama pampam, romi, ryan, aci, bonce, nisa, alit,.. trus apaaa gitu ya obrolannya, ak lupa, pokokny tentang konflik2 something deh. trus ak ngasi respon;

"ya ampun, politik belah bambu amat sih?"

siing.. hening.

"apaan ituh mbak? politik belah apa tadi?" aku rasa si nisa yang nanya.

mengerutkan alis, aku njawab " politik belah bambu… kayak belanda itu lo"

 hening lagi.

 dengan nada suara yang agak naik, aku udah emosi nih. "sumpah ga ada yang tau politik belah bambu? ga ada yang inget pelajaran sejarah? itu esde loh !! eh ya es em pe lah minimal..! masa ga ada yang tau???"

responnya, dooonggg, membuatku kaget bin heran bin sedih.

" ga ada kali mbak… kamu ngarang ya, mana ada pelajaran sejarah nyebut kayak gitu"

" kurikulum lu kali mbaaakk.. kapan tuh jaman elu es de beda ama kurikulum kita anak jaman sekarang" 

"elu ngarang kali mak. mana ada politik belah bambu. ada juga divide et impera"

" iya mbak. politik adu domba kali.." 

"tirai bambu kali mbak"

"bukan bego, tirai bambu tuh negara" 

 

omigod ya ampun masya Allah…

sungguh ter. la. lu. 

kalian emang anak2 angkatan 2003 so on kebawah, tapi plis deh masa iya  dalam waktu setaun dua taun kurilukum kulirukum udah berubah segitunya sampe ada yang dilenyapkan? ckckck.

masak iya aku dulu jaman sekolah  pernah terperosok lubang waktu dan berasa pernah diajarin sesuatu yang tidak satupun dari makhluk2 ini tau? ato apa iya kurikulum di Lombok itu beda ama daerah lain se-INdonesah?

ya jadi dengan nada lumayan frustasi, mulailah sayah menjelaskan.

"politik belah bambu kan emang ada, kalo ga salah pas Belanda berurusan ama Kerajaan Gowa gitu kan?  nah yang kerajaan sodaranya dijelekin, kerajaan Gowanya dibaik2in… gitu loh, jadinya saling ngiri.. kan jadi sewot tuh, nah itu makany belanda bisa menang"

tambahan: itu dinamakan politik belah bambu, karena seperti membelah bambu dengan parang, kan satu bagian diangkat, satu lagi diinjak… gitu loh. jadi belanda mengadu dua kerajaan(biasanya berdekatan), yang satu dianak-emaskan, satu lagi di toyor-toyor… 

berasa jadi bu guru deh.  dengan murid2 lupa ingatan. murid2 soktau yang ngototan pula. yaiyalah gimana ak ga esmosi… jelas jelas ak inget itu salah satu metode belanda buat memecah belah nusantara. dan anak anak goblok ini emang bikin esmosi, ngata2in pula ak ngarang.. ckckck

maka jadilah politik belah bambu catchphraseku.. … inget politik belah bambu inget ema(padahal harusny inget belanda) sudah disahkan dalam forum, dan akan digunakan seperti layaknya catchphrase laiinnya…

 " ah iya kali mba, lu angkatan tujupuluhan, kurikulumny njadul"

oh ya ampun..  bergaul dengan anak angkatan muda memang sering makan ati…

oh come on people.. masa ga ada yang tau?? plis2 ada dong satuuu orang aja yang ninggalin comment dan merasa itu memang ada somewhere di pelajaran sejarah jaman dulu…. 

 

how to eat fried wormsApril 16, 2008 1:50 pm

i pity these people that sends me text and/or try to call me at like, two or three a.m.  yes, that exact hours., morning of the dark overlord times.  ok so before you read these, i must tell you i am not trying to bitch-imaging myself or drama-queening(not even a word, heu..).i was just, really, really annoyed.

Unless you are these particular listed belows,
- my mom and dad and/or siblings and/or grandma
-  Jibril (malaikat. masa gatau. ck.)
- my boyfriend
- my bestfriends ( dita, lenci, hika, mela, wiwis, dll, itupun kalopun kalian lagi hamil pegel2, sesenggukan dicerai pas lagi hamil anak keempat, ditinggal kawin,dll)
- people who i really, really like
- jubir kepresidenan

DO NOT ATTEMPT TO CHAT AND/OR SAY HELLO AND/OR WHINING YOUR SORRY A** TO ME. you will NOT be seriously taken. you will have me, giving the finest response as; cut off the connection the second you say "hey.. blum tidur? .."

yea you might say "if it bothers you that much, then why  you didn’t shut down your phone after all, bi***??"

duh again? as in particular reason:
-the emergency situation involved people listed above,

your excuse BESIDE that, was none, zero , to be a reason to call and/or text me at that hours. so stop it.

lenci : "mpang.."
em   :" knapa pula lu mikir gw masi bangun jam segini?
lenci :"duh?! cos u always di…?!
em    : knapa cin?

sekali lagi, cuma lenci and/or beberapa orang tertentu yang bisa dibales smsny seperti itu. so try again to mention ‘arrogant bitch’ to my ears, you are gonna be sooo sorry. yes it is a threat.

how to eat fried worms 12:12 pm

1 . get one boyfriend that live close! Urgent.


2 . spent a day in an amusement park with bestfriends
Dufan_1


3 . have a farm(with horses, cows, and sunflowers nursery..)


4 . go to see cirque du soleil
Cirquedesoleil_1

 

 

5 . get married


6 . spent more time at my parents


7 . have a dog
Climber_s_1

8 . go to Spain


9 . learn speaking Spanish


10. bungee jumping !!


11. Hajj

12. buy my dad a place with a pond full of edible-fish


13. see how it feels to kiss George Clooney
Georgeclooney1_1

14. have kids and give birth

15. visit the Met
The_met_1


16. live in New York

17. sing Brainstorm’s Maybe to my husband (or have him sing that to me..! lol)

18. work for Greenpeace

19. roadtrip with bestfriends
Malang

20. eat tuna sandwich

21. climb Rinjani to the top

22. front row, Tracy Chapman concert


23. … later, lots of them i had in  mind/updating:)

how to eat fried wormsApril 15, 2008 8:41 pm

    (tulisan dua tahun lalu…-red.)

Dewasa terkadang datang tanpa melalui peristiwa yang kita sadari. Saya akhir akhir ini sering sekali menyadari tentang hal tersebut. Di usia saya yang sekarang, sepertinya kedewasaan adalah sebuah penalty, titik dimana mau tidak mau, saya sudah berada di area ‘dewasa’ itu. Ketika saya berusia 16 tahun, seberapa kerasnya pun saya berusaha untuk menunjukkan dan mengatakan bahwa saya sudah dewasa, orang orang di sekitar saya pasti akan berpendapat sebaliknya, tetapi tetap ada keuntungannya, sih. Ketika saya bertindak bodoh atau melakukan kesalahan, salah satu alasan yang terbaik ya pasti karena saya ‘belum dewasa’, hehe…


    Tetapi sekarang, tanpa harus berusaha membuktikan pun, saya sudah dituntut untuk menjadi dewasa! Menakjubkan ya, bagaimana waktu melakukan keajaiban pada hidup kita.

    Suatu pagi pada saat umur saya masi 20 teng(setaun lalu to ya mbak?), saya terbangun  oleh deringan telefon yang ternyata dari sahabat saya yang mengabarkan bahwa ia akan segera menikah dalam waktu dekat. Semua setan yang bersarang di kantung mata saya serentak terusir, saya benar-benar langsung terjaga. Menikah? Menikah?  Sejenak terlintas pikiran memalukan dalam kepala saya, hendak menanyakan apakah itu karena ‘kecelakaan’. Rupanya ia bisa membaca pikiran saya. Ia tertawa, berkata wajar saja kalau saya berfikir demikian. Bukan, bukan karena kecelakaan, ia bilang ingin hidup tenang saja, ingin settle down, ingin punya tempat bersandar(baru berasa geli sekarang, anak umur 20taun ngomong serius kayak gitu, hehe). Bukan karena harus mempertanggungjawabkan perbuatan seperti yang hampir saya tuduhkan tadi.

    Setengah malu setengah ikut bahagia dan sepenuhnya terkejut saya mengucapkan selamat. Mengingat selama ini ia adalah salah satu sahabat dimana kami dulu pernah sama-sama memikirkan masa depan yang sepertinya panjaaaang dan overloaded sekali dengan cita-cita, saya tak habis pikir pada awalnya, kenapa sih seorang teman saya yang belum setengah tahun yang lalu berencana seperti akan kuliah sampai punya selusin gelar dan mengejar karir tiba-tiba saja memutuskan menikah. Lalu seberapa hebat sih, sang calon suami?

    Dan seharian itu mood saya pun tiba-tiba di-set hanya ingin sok merenung saja. Saya yang dulu berfikir bahwa hanya sayalah yang paling memikirkan tentang hal itu,. Lembaga pernikahan dan settle down dan hidup tenang dan habislah riwayat hidup saya. Ya memang sih hidup tenang, lalu punya anak, lalu melihat mereka tumbuh dan membuat berbagai masalah (seperti yang saya lakukan terhadap kedua orangtua saya, he..) lalu tanpa disadari saya sudah jadi tante-tante yang hobi arisan lalu jadi nenek-nenek cerewet. Wah. Kadang-kadang saya ngeri a.k.a geli dengan jalan pikiran saya sendiri. Apa iya segitu pendeknya dan segitu tanpa warnanya? Ya saya sih yakin hidup bersama seseorang seperti yang bisa kita sebut suami bukan berarti hidup saya akan mandeg. Saya yakin menikah tidak akan menghambat cita-cita saya kalau saya memang menginginkannya.

    Lalu tiba-tiba saya mengingat-ingat. Saya rasa bukan bagian menikahnya, tapi bahwa itu adalah sesuatu keputusan besar. Selama ini saya adalah seseorang yang selalu mengikuti jalur dan hampir bisa dibilang saya tak pernah berani mengambil resiko. Saya tak pernah berfikir akan mengambil suatu keputusan yang akan mengubah jalan kehidupan saya secara drastis, jadi apa yang saya anggap aman dan menuju ke tahap hidup berikut yang sewajarnya.ya contohnya lulus SMU saya kuliah, untungnya dapat diterima di universitas dan jurusan yang saya inginkan. Tak pernah terfikir saat itu untuk kerja apalagi menganggur setahun untuk melakukan hal-hal yang saya inginkan. Tidak berani. Padahal dalam hati ingin sekali, dulu saya inginnya break dulu satu tahun tidak kuliah dulu, mau jalan-jalan cari pengalaman, pokoknya saya sudah berkhayal macam-macam. Tapi lagi lagi rasio saya condong mengatakan mengikuti jalur saja, tidak ingin mengambil resiko. Memikirkan orangtua juga. Jadi kuliahlah saya, untung saja saya berada pada posisi saat ini, yang bisa dikatakan kuliah ini merupakan bidang yang memang merupakan hobi saya, jadi tidak menyesal-menyesal amat.

    Kembali ke soal kedewasaan. Ada saat saya menyaksikan kadang kedewasaan terbentuk tidak melalui suatu proses yang panjang. Ada kalanya hanya melalui sebuah peristiwa yang tiba-tiba, seperti sebuah shock, membentuk seseorang menjadi dewasa seketika. Ada seorang kawan yang saya terbiasa dengannya yang ‘normal’ dan terkadang terkesan kekanakan, ketika ayahnya berpulang, dibalik kesedihannya, kami para sahabatnya dapat melihat ia  dalam instan tumbuh dewasa. Hilang sudah sifatnya yang kekanakan.

    Saya sendiri merasakannya bertahap. Kadang cara saya menghadapi masalah dengan tingkat kepanikan yang tinggi dan terkadang sampai histeris, saya selalu berusaha menutupinya. Sekarang secara berangsur-angsur saya sudah jauh lebih tenang dalam melihat masalah, seeing the whole picture, dan masih terus mengingatkan diri saya untuk tidak terlalu hiperbolis dalam bereaksi terhadap suatu masalah. Dulu menghadapi seorang teman kuliah yang misalnya merugikan saya dalam mendapat nilai seperti tidak ikut bekerja dalam kelompok, saya bisa sekali secara frontal menegurnya secara sepihak ……… sekarang sih, ya.. hidup ternyata lebih baik dihadapi dengan tuma’ninah, hehehe…

_to be continued_

how to eat fried worms 7:15 pm

kalo misalnya, kita ketemu seseorang, temenny temen, trus ngobrol ngobrol, eh tnyata dia adalah temenny si anu, yang kebetulan adalah keluarga si anu, de es be de es be, itu byasa. nah kemari sayah sedang mengantar seorang teman ke wanitatama, dan maunya si ditinggal-lempar aja, tapi anaknya nangis2 minta dtungguin,. jadi yaudah, sayah emang baik hati. trus demi mengusir bosan, lari2 dikit kedepan, masuk Perpus Yayasan HAtta. ealaaahhh.. kok ya malah ada tulisan "DITUTUP UNTUK SELAMANYA" Ngenes,. dasar UGM matre, itu gedungny katany punya UGM, trus kan mau disewa ama Kejaksaan karenah gedung mereka ambruk(Kejaksaan, Bukan UGM). jadilah perpus Hatta diusir. begitulah, nanti aja ceritanya, sekarang kembali ke cerita awal. disana sayah ketemu seorang mas-mas. eh mas aja kali ya, kan cuma satu. disana sayah ketemu seorang mas.
hehehe
trus ngobrolin soal buku-buku, lumayan lama, ampe sejam-an. yah pokoknya  segitu doang deh, seru sih, aku dibolehin ngeliat2 ensiklopedi2 yang uzur2. masnya notabene adalajh seseorang yang kerjaannya mengharuskan sering motokopi buku belanda dsana. jadi singkat ceritah, kami salaman, trus sayah pamitan, ga tukeran nomer hape ato apah kek bwat memperluas jaringan,  udah segitu aja.

malemnya sayah lari2 di eskalator ambarukmo plaza(eh bener ga? plaza apa mall?) terjadi kejadian sebagai berikut:
masnya    : senderan di palang_ eh kamu lagi…
ema         :_ngos2anAkibatNgejerPiratesOfCarribeanTelat5Menit_ eh eh
masnya    :_senyum gajelas_iya..
ema         :_ganyambung_waduh, telat mas
masnya      : ok ok. ngejer tuenti wan ya?
segitu aja, sayah lanjut lagi lari2 keatas.

nah pokokny dari info TKP yang tidak penting itu(infonya, bukan TKPnya) lima detik kemudian saya yang kalo lari-lari jadi lemot, menyadari, barusan kan serendipity. sebenernya bukan dunia sempit, jogja aja yang sempit. ketemu sekali lagi mungkin jodoh. makanya saya ga berani ngamen striptis, gawat tar ketemu dosen di jalan.

sekian info tidak_penting_tapi_rasanya_menakjubkan_ini.