beberapa hari yang lalu saya membaca baca lagi buku ketujuh dari seri Narnia, The Last Battle.. dulunya agak seriyus, tapi sekarang saya sedikit geli di bab2 trakhirny yang menjelaskan sejenis ‘kiamat’ dunia Narnia… bagaimana bla bla ketika Narnia lama hancur a.k.a kiamat, sebuah pintu membuka pada dunia dunia baru yang lebih baik, lebih agung..
kemudian si Lucy (tokoh di cerita rekaan CS. Lewis ini) bilang ia merindukan Narnia, Peter(idem) melihat bahwa ini adalah tempat yang sama, tapi tentu saja lebih baik dan cerita selanjutny adalah menurut saya, cara Mr.Lewis mengandaikan surga, dimana di dunia baru adalah Narnia, tentu saja, tapi segalanya lebih ‘dalam’, lebih berwarna, lebih agung.. segalanya, dari gunung, binatang, sampai orang-orang yang kita cintai, terlihat jauh lebih baik.
jadilah saya mulai membayangkan bayangan surga ini, berarti semua yang ada di dunia ini masih ada, dan lebih baik pula.. pemandangan agung.. rumah.. sawah yang saya kenal, kluarga, sahabat, orang yang saya cintai. pemandangan di sekitar saya.. jadi pemandangan sekarang, kamar ini akan menjadi indah.. teras belakang akan lebih bermakna, sumur yang lebih ‘dalam’..
Yah begitulah.. sekarang sudah saatny mencuci, dan duduk jongkok di depan ember kesayangan saya. calon si Ember Agung, sampai ketemu di surga(optimis dong).
