Wahai Abu Dzar !
Jika kau ingin menjadi manusia yang paling kuat maka bertawakallah kepada Allah Swt, jika kau ingin menjadi manusia paling mulia maka bertakwalah kepada Allah Swt, dan jika kau ingin menjadi manusia yang paling kaya maka jadikanlah apa yang ada ditangan Allah Swt itu jauh lebih kekal dari apa yang ada ditanganmu.
Wahai Abu Dzar !
Andai saja manusia berpegang teguh kepada ayat ini, - ‘Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tak dinyana, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan cukup baginya’-, niscaya ayat ini akan mencukupkan mereka.
Wahai Abu Dzar !
Allah berfirman, ‘Hamba-Ku tidak akan merasakan keberadaan-Ku kecuali Ku-jadikan hatinya kaya dan akhirat tujuannya, langit dan bumi menampung rezekinya dan mengganti segala kehilanganya dan Aku berada dibalik setiap aktivitasnya. Seandainya ia lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, pasti Aku akan menjemput rezeki itu untuknya sebagaimana
kematian menjemputnya.
(Wasiat Nabi kepada Abu Dzar Al- Ghifari)
—
membaca ini membuat saya menunduk, berfikir dan mengerti, lebih dari yang pernah saya sombongkan tentang diri saya yang sangat mengerti konsep kesederhanaan dan hanya-ingin-kaya-secukupnya..
yang pasti belum bisa sampai pada tahap mirip doa Rasulullah;"ingin dijadikan hamba Allah yang miskin secara materi,." tapi cukuplah untuk mengerti apa itu kalimat "makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang" untuk digunakan dalam berbagai masalah dalam hidup..
Ya Allah, ema kangen seluruh ‘harta’ yang berdiri diatas alamat jl. Ade Irma no.115… kangen betul-betul, cuma memang bodohnya ema takut banget banget, dibilang"kamu mengecewakan…".. ya Allah, pengen pulang dan sujud di kaki meme-mamiq… ternyata nangis dalem hati, ditahen,ditelen,disembunyikan itu memang bikin harfiah, sesak dada ya… maafin ema ya, me,miq.. ema tau betapa luas ridho me+miq untuk ema, betapa terbukanya pintu walaupun ema membawa pulang segunung kesalahan dan permasalahan, ema cuma takut, SEJUJUR-JUJURNYA, takut. Ya Allah, tolong kirimkan ema sesuatu, seseorang, sebentuk apapun itu yang bisa menggandeng tangan ema buat pulang..
ampuni ema ya Allah, kalo ama masalah sepele gini aja mewek, cengeng, belum ada apa-apa udah nangis…
